JAPANESE MUSIC

•November 26, 2008 • Leave a Comment

good evening everyone.. this is haritsman typing..

ya whatever..

let’s just start..

now i wanna explain abt Japanese Music.

nowadays, japanese music, such as Rock,pop,traditional,etc is being loved by so many people in this world.

especially when that song is one of Anime Soundtrack. who don’t know Inuyasha’s soundtrack entitled I AM that sung by Hitomi Yaida?  if you don’t know,you should check it,and i am sure you have heard it even once..

The modern Japanese music scene includes a wide array of performers in distinct styles both traditional and modern, ranging from rock, electro, punk, folk, metal, reggae, salsa, and tango to country music and hip hop. Local music often appears at karaoke venues, which is on lease from the record labels.

The word for music in Japanese is 音楽 (ongaku), combining the kanji 音 (“on” sound) with the kanji 楽 (“gaku” fun, comfort).

oh wel, can i just go with Rock?

there are SO MANY amazing rock band in japan..

there are many sub-gendre of Japanese Rock music. such as Shibuya-kei, Angura-kei,Visual-kei.

However most insider sources state that Visual Kei’s unique clothing and make-up fashions, and participation in the related sub-culture, is equally as important as the sound of the music itself in the use of the term as while similarities can be drawn between some bands; most are from widely different genres including but not limited to Pop, heavy metal, power metal, classical, rap and electronic.

for example of Visual kei artist is…Hide. (R.I.P) Hide,who is the guitarist of  X japan is also the elder of visual kei stage.(oh well, ya all know what i mean?)

don’t hestitate your time for giving unlogical comment about him or any other visual kei artist.. because, remember that “dont judge a book by it’s cover” thingy?

oh alright, i will continue to write about other japanese music tomorrow, because japanese music is just too cool!!

Shinkansen Video

•November 21, 2008 • Leave a Comment

Shinkansen

•November 21, 2008 • Leave a Comment

Shinkansen

shin-1

(Kiri-kanan) Kereta-kereta Shinkansen Seri 700, Seri 300, dan Seri 0.

shin-2

Shinkansen seri 500 di Stasiun Kyoto, Maret 2002

shin-3

Shinkansen seri 300 (kiri) dan 700 di Stasiun Tokyo

Shinkansen (新幹線, juga sering dipanggil kereta peluru) adalah jalur kereta api cepat Jepang.

Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km/jam.

Nama Shinkansen sering digunakan oleh orang-orang di luar Jepang untuk merujuk kepada kereta apinya, namun kata ini dalam bahasa Jepang sebenarnya merujuk kepada nama jalur kereta api tersebut.

Sejarah

Shinkansen dibuka pada 1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses, melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13 Juli 1967, dan melayani satu milyar penumpang pada 1976.

Pada mulanya Shinkanshen dari Tokyo ke Shin-Osaka (515,4km) memakan waktu kira-kira 4 jam. Pada 1992, Shinkanshen model baru ‘Nazomi’ yang dapat menghasilkan kecepatan 270 km/j telah menghasilkan perjalanan yang singkat. Rancangan penggunaan landasan kereta api linear motor car pada abad ke-21 yang akan datang ini diharapkan akan menambah kecepatan Shinkanshen.

Keamanan

Tidak ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal dalam pengoperasian Shinkansen sejak sekitar 40 tahun yang lalu. Namun ada beberapa orang terluka dan satu kefatalan dikarenakan pintu yang menjepit penumpang atau barang mereka. Selain itu ada beberapa percobaan bunuh diri oleh penumpang. Karena itu beberapa stasiun telah memasang pagar pelindung. Meskipun begitu tetap saja ada percobaan bunuh diri oleh penumpang yang memanjat pagar pengaman tersebut.

Untuk menghadapi gempa bumi kereta ini dilengkapi dengan sistem pendeteksian yang akan memberhentikan kereta bila gempa bumi terdeteksi. Pada gempa bumi Chuetsu di Oktober 2004 sebuah Shinkansen yang dekat dengan pusat gempa lepas dari relnya, namun tidak ada penumpang yang terluka. Kereta generasi berikutnya, FASTECH 360 akan memiliki sayap rem penahan angin (yang mirip dengan kegunaan telinga) untuk membantu proses pemberhentian bila gempa bumi terdeteksi.

Ketepatan waktu

Pada 2003, JR Central melaporkan jadwal waktu rata-rata Shinkansen tepat dalam 0,1 menit atau 6 detik dari waktu yang telah dijadwalkan. Ini termasuk seluruh kesalahan alami dan manusia dan dihitung dari seluruh 160.000 perjalanan yang dijalani oleh Shinkansen. Rekor sebelumnya dari 1997 dan tercatat 0,3 menit atau 18 detik.

Daftar jalur Shinkansen

shin-map

Peta jaringan Shinkansen

Jalur utama adalah:

Dua jalur lebih jauh, dikenal sebagai Mini-Shinkansen (ミニ新幹線), juga telah dimulai konstruksinya dengan meningkatkan jalur yang telah ada:

Ada dua sepur standar (standard gauge) yang secara teknis tidak diklasifikasikan sebagai jalur Shinkansen namun dengan pelayanan Shinkansen:

Jalur berikut masih dalam pengembangan:

Kebanyakan jalur Shinkansen yang diusulkan pada saat masa-masa keemasan pada awal tahun 1970-an telah ditunda hingga waktu yang tidak diketahui pasti. Ini termasuk hubungan ke Shikoku oleh proyek jembatan Honshu-Shikoku, sebuah hubungan dari Shinjuku ke Omiya, dan rute yang mencakup seluruh pesisir Laut Jepang Honshu. Namun, hanya jalur Shinkansen Narita yang disingkirkan dari rencana secara resmi.

Katana

•November 21, 2008 • Leave a Comment

Katana

katana1

Sebilah katana “Type 94″ era Perang Dunia II.

Katana () adalah pedang panjang Jepang (daitō, 大刀), walaupun di Jepang sendiri ini merujuk pada semua jenis pedang. Katana adalah kunyomi (sebutan Jepang) dari bentuk kanji ; sedangkan onyomi (sebutan Hanzi) karakter kanji tersebut adalah tō. Ia merujuk kepada pedang satu mata, melengkung yang khusus yang secara tradisi digunakan oleh samurai Jepang.

Katana biasanya dipasangkan dengan wakizashi atau shōtō, bentuknya mirip tapi dibuat lebih pendek, keduanya dipakai aleh anggota kelas ksatria. Kedua senjata dipakai bersama-sama disebut daishō, dan mewakili kekuatan sosial dan kehormatan pribadi samurai.Pedang panjang dipakai untuk pertempuran terbuka, sementara yang lebih pendek dipakai sebagai senjata sampingan (side arm), lebih cocok untuk menikam, pertempuran jarak dekat, dan seppuku (suatu bentuk ritual bunuh diri).

Katana terutama digunakan untuk memotong,dan diutamakan dipakai dengan dua pegangan tangan. Sementara seni praktis penggunaan pedang untuk tujuannya semula telah usang, kenjutsu dan laijutsu beralih menjadi seni beladiri modern.

Jenis-jenis pedang Jepang

Pedang lebar

Nagamaki · Nodachi · Otachi · Okatana

Pedang panjang

Chokuto · Dotanuki · Katana · Ninjato · Shin gunto · Tachi · Tsurugi · Uchigatana

Pedang pendek

Chisakatana · Kodachi · Shikomizue · Wakizashi

Pisau/belati

Hachiwara · Tanto · Yoroi toshi

Senjata untuk latihan

Bokken · Iaito · Shinai · Suburito · Tanren bo

Pedang-pedang fiksi

Daikatana · Zanbato

Lain-lain

Naginata · Yari

Pedang Jepang yang asli sekarang ini adalah barang yang langka, walaupun yang benar-benar antik dapat diperoleh dengan harga yang sangat mahal. Katana dan wakizashi modern hanya dibuat oleh sedikit praktisi berlisensi yang masih membuat kerajinan senjata ini sekarang, meskipun katana “Type 98” juga langka.

YAKUZA

•November 20, 2008 • Leave a Comment

Yakuza

Yakuza dari bahasa Jepang: (やくざ atau ヤクザ) atau gokudō (極道) adalah nama dari sindikat terorganisir di Jepang. Organisasi ini sering juga disebut mafia Jepang. Karena memang ada kemiripan dengan bentuk organisasi yang asalnya dari Italia tersebut.

Sejarah Yakuza

Sejarah panjang Yakuza dimulai kira-kira pada tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menyingkirkan shogun sebelumnya. Pergantian ini mengakibatkan kira-kira 500.000 orang samurai yang sebelumnya disebut hatomo-yakko (pelayan shogun) menjadi kehilangan tuan, atau disebut sebagai kaum ronin.

Seperti kata pepatah : orang yang hanya punya martil cenderung melihat segala sesuatu bisa beres dengan dimartil, demikian juga dengan kaum ronin ini. Banyak dari mereka menjadi penjahat dan centeng. Mereka disebut sebagai kabuki-mono atau samurai nyentrik urakan yang ke mana-mana membawa pedang. Mereka berbicara satu sama lain dalam bahasa slang dan kode rahasia. Terdapat kesetiaan tingi di antara sesama ronin sehingga kelompok ini sulit dibasmi.

Untuk melindungi kota dari para kabuki-mono, banyak kota-kota kecil di Jepang membentuk machi-yokko (satuan tugas (satgas) desa). Satgas ini terdiri dari para pedagang, pegawai, dan orang biasa yang mau menyumbangkan tenaganya untuk menghadapi kaum kabuki-mono. Walaupun mereka kurang terlatih dan jumlahnya sedikit, tetapi ternyata para anggota machi-yokko ini sanggup menjaga daerah mereka dari serangan para kabuki mono. Di kalangan rakyat Jepang abad ke 17, kaum machi-yokko ini dianggap seperti pahlawan.

Masalah jadi rumit, karena setelah berhasil menggulung para ronin, para anggota machi-yokko ini malah meninggalkan profesi awal mereka dan memilih jadi preman. Hal ini diperparah lagi dengan turut campurnya Shogun dalam memelihara para machi-yokko ini. Ada dua kelas profesi para machi-yokko, yaitu kaum Bakuto (penjudi) dan Tekiya (pedagang). Namanya saja kaum pedagang tetapi pada kenyataannya, kaum Tekiya ini suka menipu dan memeras sesama pedagang. Walau begitu, kaum ini punya sistem kekerabatan yang kuat. Ada hubungan kuat antara Oyabun (Bos (bapak)) dan Kobun (bawahan (anak)), serta Senpai-Kohai (Senior-Junior) yang kemudian menjadi kental di organisasi Yakuza.

Penjudi

Kaum Bakuto (penjudi), punya sejarah yang unik. Awalnya mereka disewa oleh Shogun untuk berjudi melawan para pegawai konstruksi dan irigasi. Tindakan ini dilakukan agar gaji para pegawai konstruksi dan irigasi habis di meja judi dan tenaga mereka bisa disewa dengan harga murah.

Jenis judi yang biasa dilakukan adalah menggunakan kartu Hanafuda dengan sistem permainan mirip Black Jack. Tiga kartu dibagikan dan bila angka kartu dijumlahkan, maka angka terakhir menunjukkan siapa pemenang, diantara sekian banyak kartu sial kartu berjumlah 20 adalah yang paling sering disumpahi orang, karena berakhiran nol. Salah satu konfigurasi kartu ini adalah kartu dengan nilai (8-9-3) yang dalam bahasa Jepang menjadi Ya-Ku-Za yang kemudian menjadi nama asal Yakuza.

Dari kaum Bakuto ini juga muncul tradisi menandai diri dengan [[tato] disekujur badan (disebut irezumi) dan yubitsume (potong jari) sebagai bentuk penyesalan ataupun sebagai hukuman. Awalnya hukuman ini bersifat simbolik, karena ruas atas jari kelingking yang dipotong membuat si empunya tangan menjadi lebih sulit memegang pedang dengan mantap. Hal ini menjadi simbol ketaatan terhadap pimpinan.

Yakuza Modern

Waktu pun berlalu, kaum Bakuto dan Tekiya menjadi satu identitas sebagai Yakuza. Kaum yang asalnya bertugas melindungi masyarakat – menjadi ditakuti masyarakat. Para pimpinan Jepang memanfaatkan hal ini untuk mengendalikan masyarakat dan menggerakkan nasionalisme. Yakuza ikut direkrut oleh pemerintah Jepang dalam aksi pendudukan di Manchuria dan China oleh Jepang tahun 1930-an. Para Yakuza dikirim ke daerah tersebut untuk merebut tanah, dan memperoleh hak monopoli sebagai imbalan.

Peruntungan kaum Yakuza berubah setelah Jepang menyerang Pearl Harbor. Militer mengambil alih kendali dari tangan Yakuza. Para anggota Yakuza akhirnya harus memilih apakah bergabung dalam birokrasi pemerintah, jadi tentara atau masuk penjara. Dapat dikatakan pamor Yakuza menjadi tenggelam.

Setelah Jepang menyerah, para anggota Yakuza kembali ke masyarakat. Muncul satu orang yang berhasil mempersatukan seluruh organisasi Yakuza. Orang itu adalah Yoshio Kodame, seorang eks militer dengan pangkat terakhir Admiral Muda (yang dicapainya di usia 34 tahun). Yoshio Kodame berhasil mempersatukan dua fraksi besar Yakuza, yaitu Yamaguchi-gumi yang dipimpin Kazuo Taoka, dan Tosei-kai yang dipimpin Hisayuki Machii. Yakuza pun bertambah besar keanggotaannya terutama di periode 1958-1963 saat organisasi Yakuza diperkirakan memiliki anggota 184.000 orang atau lebih banyak daripada anggota tentara angkatan darat Jepang saat itu. Yoshio Kodame dinobatkan sebagai godfather-nya Yakuza.

Di masa kini, keanggotaan Yakuza diperkirakan telah menurun tajam, tetapi bukan berarti tidak berbahaya. Tulang punggung bisnis ilegal mereka adalah pachinko, perdagangan ampethamine (termasuk ice dan ekstasi), prostitusi, pornografi, pemerasan, hingga penyelundupan senjata.

Di era 1980-an, Yakuza mengembangkan sayap mereka hingga ke Amerika Serikat, dan ikut masuk dalam bisnis legal untuk mencuci uang mereka. Dalam operasinya, Yakuza membeli aset di Amerika dan salah satu yang pernah mencuat ke permukaan adalah keterlibatan Prescott Bush, saudara dari presiden George H.W. Bush dan paman dari Presiden George W. Bush, dalam transaksi penjualan perusahaan Aset Management International Financing & Settlements di awal 1990an.

Berdasarkan perkiraan kasar dari sumber majalah Far Eastern Economic Review edisi 17 Januari 2002, Yakuza diperkirakan telah menanamkan uang hingga 50 milyar dolar dalam investasi saham dan perusahaan di Amerika Serikat. Bandingkan dengan cadangan devisa Indonesia yang 36 milyar dolar.

Di dalam negeri, Yakuza juga ditengarai turut berperan dalam anjloknya ekonomi Jepang selama 10 tahun terakhir. Sebagai akibat amblasnya bisnis properti dan macetnya kredit bank di Jepang pasca 1990, banyak debitor yang menyewa anggota Yakuza agar agunan mereka tidak disita oleh bank. Selain itu, banyak perusahaan yang memperoleh pinjaman bank pada dasarnya adalah sebuah kigyo shatei, perusahaan boneka miliki Yakuza. Perusahaan milik Yakuza ini diperkirakan memperoleh kredit antara 300-400 milyar dolar, dan sebagian dari jumlah itu dialirkan ke induk organisasi Yakuza. Menghadapi hal seperti ini, bank Jepang jelas tidak bisa berkutik.

Di sisi lain, anggota Yakuza juga kerap membeli aset properti dengan harga miring dari perusahaan yang butuh uang tunai untuk dijual kembali dengan harga tinggi apapun itu mulai dari apartemen, perkantoran hingga rumah sakit. Bila sebuah bangunan telah dibeli oleh Yakuza, tidak ada yang berani jadi tetangga mereka dan alhasil harga properti langsung jatuh, dan segera naik segera setelah Yakuza menjualnya.

Selain beroperasi secara di level bawah, Yakuza juga menggurita di kalangan politisi Jepang. Beberapa praktik suap telah terbongkar termasuk dalam program tender proyek umum senilai trilyunan yen. Program rekapitalisasi perbankan Jepang yang berlarut-larut tidak kunjung selesai diperparah oleh keterlibatan Yakuza yang sangat berkepentingan dalam bisnis properti dan kredit perbankan. Saat ini perbankan Jepang masih menanggung beban kredit macet sebesar kira-kira 1,2 Triliun dolar dan membuat ekonomi tidak bertumbuh selama 10 tahun terakhir.

•November 17, 2008 • Leave a Comment

samurai-archer

•November 16, 2008 • Leave a Comment

今日の最後のポスト(Today’s last post)

•October 30, 2008 • Leave a Comment

dman.  spamming is so cool.. i like it..

just want to say this…

大便カンパニは一番~!!!!

大便さんはカッコイイ~!!!

ALL HEAL DAIBEN SAN~

あーあ

やっぱり~~

日本語で書きましたよ

カッコイイだろう、俺

(大笑)

それじゃ

また

SHINSEN GUMI!! YEAH!

•October 30, 2008 • Leave a Comment

and now i will talk about SHINSEN GUMI..

because my friend nicknamed “kokonatsu” like it.

and also i do use wikipedia again this time. i really recomend Wikipedia..

The Shinsengumi (新選組 or 新撰組) were a special police force of the late shogunate period.

After Japan opened up to the West following U.S. Commodore Matthew Perry’s visits in 1853, its political situation gradually became more and more chaotic. The country was divided along various lines of political opinion; one of these schools of thought (which had existed prior to Perry’s arrival) was sonnō jōi: “Revere the Emperor, Expel the Barbarians.”[1] Radical followers of this ideology began to commit acts of murder and violence in Kyoto, the imperial capital. In 1863, hoping to respond to this trend, the Tokugawa Shogunate formed the Roshigumi (浪士組), a group of 234 masterless samurai (rōnin), under the nominal command of the hatamoto Matsudaira Tadatoshi and the actual leadership of Kiyokawa Hachirō (a dynamic ronin from Shonai Domain[2]). The group’s formal mission was to act as the protectors of Tokugawa Iemochi, the 14th shogun, who was preparing to embark on a trip to Kyoto.

and other… and other… it is now 21.52. so i need to stop writing and spamming here…

but i will tell you! shinsen gumi is cool!!! yeah! isami is so cool!! here is the link!! >shinsengumi<

samurai…

•October 30, 2008 • Leave a Comment

so, i am going to tell ya about SAMURAI.

but first of all, i am egi haritsman.. get it?

ok.

Samurai is the term for the military nobility of pre-industrial Japan. According to translator William Scott Wilson: “In Chinese, the character 侍 was originally a verb meaning to wait upon or accompany a person in the upper ranks of society, and this is also true of the original term in Japanese, saburau. In both countries the terms were nominalized to mean “those who serve in close attendance to the nobility,” the pronunciation in Japanese changing to saburai.” According to Wilson, an early reference to the word Samurai appears in the Kokinshu, the first imperial anthology of poems, completed in the first part of the tenth century. By the end of the 12th century, saburai became synonymous with bushi () almost entirely and the word was closely associated with the middle and upper echelons of the warrior class.

ok, i just copy it from the wikipedia.org. it is a really helpful site..